Minggu, 15 November 2015

SIKLUS HIDUP SYSTEM

  •  Pengertian Siklus Hidup System
        Metodologi adalah suatu cara yang disarankan untuk                melakukan suatu hal. Pendekatan sistem adalah metodologi              dasar untuk memecahkan masalah.



SIKLUS HIDUP SISTEM (System Life Cycle-SLC)
Adalah penerapan pendekatan sistem untuk pengembangan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer.
Sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
  • Tahap - Tahap Siklus Hidup

       Empat tahap pertama adalah perencanaan, analisis, rancangan dan penerapan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama dinamakan siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC). Tahap kelima adalah tahap penggunaannya, yg berlangsung sampai sudah waktunya untuk merancang sistem itu kembali. Proses merancang kembali mengakibatkan siklus itu akan diulangi lagi.
  • Pengelolaan Siklus Hidup
#. Saat sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh       organisasi, direktur utama atau eksekutif mungkin memutuskan       untuk mengawasi proyek pengembangannya.
#. Ketika lingkup sistem menyempit dan fokusnya lebih operasional,     kepemimpinan akan dipegang oleh eksekutif tingkat yang lebih       rendah seperti wakil direktur utama, direktur bagian                       administrasi dan CIO.
#. Komite yang memberikan petunjuk, pengarahan dan                       pengendalian yang berkesinambungan disebut komite pengarah.
#. Komite pengarah yang mengarahkan penggunaan sumber daya         komputer perusahaan dinamakan komite pengarah SIM.

Komite Pengarah SIM, melaksanakan 3 fungsi utama yaitu:
Ø Menetapkan kebijakan
Ø Menjadi pengendali keuangan
Ø Menyelesaikan pertentangan

TAHAP PERENCANAAN
Keuntungan dari Merencanakan Proyek CBIS
Menentukan lingkup dari proyek
Mengenali berbagai area permasalahan potensial
Mengatur urutan tugas
Memberikan dasar untuk pengendalian

LANGKAH-LANGKAH DALAM TAHAP PERENCANAAN
1. Menyadari Masalah
2. Mendefinisikan Masalah
3. Menentukan Tujuan Sistem
4. Mengidentifikasi Kendala-kendala Sistem
5. Membuat Studi Kelayakan
6. Mempersiapkan Usulan Penelitian sistem
7. Menyetujui atau Menolak Penelitian Proyek
8. Menetapkan Mekanisme Pengendalian

TAHAP ANALISIS
1. Mengumumkan Penelitian Sistem
2. Mengorganisasikan Tim Proyek
3. Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
4. Mengidentifikasi Kriteria Kinerja Sistem
5. Menyiapkan Usulan Rancangan
6. Menyetujui atau Menolak Rancangan Proyek

TAHAP RANCANGAN
1. Menyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci
2. Mengidentifikasikan Berbagai alternatif Konfigurasi Sistem
3. Mengevaluasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem
4. Memilih Konfigurasi yang Terbaik
5. Menyiapkan Usulan Penerapan
6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem 

TAHAP PENERAPAN
1.  Merencanakan Penerapan
2.  Mengumumkan Penerapan
3.  Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras
4.  Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak
5.  Menyiapkan Database
6.  Menyiapkan fasilitas Fisik
7.  Mendidik Peserta dan Pemakai
8.  Menyiapkan Usulan Cutover
9.  Menyetujui atau Menolak Masuk ke Sistem Baru
10. Masuk ke Sistem Baru

TAHAP PENGGUNAAN
1. Menggunakan Sistem
2. Audit Sistem
3. Memelihara Sistem

Pemeliharaan sistem dilaksanakan untuk 5 alasan:
1. Memperbaiki kesalahan
2. Menjaga kemutakhiran sistem
3. Meningkatkan sistem
4. Menyiapkan usulan rekayasa ulang
5. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem

PROTOTYPIN
Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai 
potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk 
lengkapnya. Proses menghasilkan prototipe disebut dengan 
Prototyping.

Jenis-Jenis Prototipe
Prototipe jenis I ® sistem operasional
Prototipe jenis II  ® sbg ceak biru bagi sistem operasional

PENGEMBANGAN PROTOTIPE JENIS I
1. Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai
2. Mengembangkan prototipe
3. Menentukan apakah prototipe dapat diterima
4. Menggunakan prototipe

MENGEMBANGKAN PROTOTIPE JENIS II
5. Mengkodekan sistem operasional
6. Menguji sistem operasional
7. Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
8. Menggunakan sistem operasional

Daya Tarik Prototyping
• Komunikasi ant. Analis sistem dan pemakai baik
Analis dpt bekerja lebih baik
Pamakai berperan aktif
Spesialis informasi dan pemakai efisien dlm waktu
Penerapan menjadi mudah

Potensi Kegagalan Prototyping
Tergesa-gesa dlm mendefinisikan mslh, evaluasi alternatif dokumentasi
Mengharapkan sesuatu yang tidak realistis dari sistem operasional
 Prototipe jenis I tidak seefisiensi sistem yang dikodekan dalam bahasa program
Hubungan komputer-manusia tdk mencerminkan teknik perancangan yang baik
Penerapan yang Berprospek Baik untuk Prototyping
Risiko tinggi
Interaksi pemakai penting
Jumlah pemakai banyak
Penyelesaian yg cepat diperlukan
Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
Sistem yang inovatif
Perilaku pemakai yang sukar ditebak



Tidak ada komentar:

Posting Komentar